Selasa, 22 Juli 2008

SMA Negeri Tegalombo

Pada suatu hari di bulan Maret tahun 2005, saya memulai tugas saya sebagai guru mata pelajaran Biologi di SMAN Tegalombo, Pacitan. Sebelumnya, saya adalah seorang Guru Bantu DEPAG yang mengajar di MAN Pacitan. Setelah lolos Tes CPNS Kabupaten Pacitan pada tahun 2004, saya pun ditempatkan di SMAN Tegalombo ini.
SMAN Tegalombo berlokasi di Kecamatan Tegalombo, Desa Gemaharjo, yang jaraknya sekitar 49 kilometer dari rumah. Sekolah ini berdiri sejak tahun 2000, dan merupakan satu-satunya sekolah menengah atas di Tegalombo. Jadi bisa dibayangkan, betapa masih 'imut'nya jumlah siswa yang ada di situ.
Setelah sekarang, sekitar 3 tahun dari sejak saya datang untuk pertamakalinya di sana, siswa yang terdaftarpun menjadi banyak. Ruang kelas bertambah. Perpustakaan sedang disiapkan, karena sekarang sekolah ini mendapat banyak bantuan buku pelajaran, yang tentu saja membutuhkan tempat khusus untuk buku-buku seperti Sosiologi, Agama, Bahasa Indonesia, Ekonomi dan juga Biologi.
Mengajar Biologi di sekolah ini bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa kendala yang saya alami saat berada di kelas, untuk menyampaikan materi, seperti :
1. Kepandaian siswa yang tidak merata. Hal ini berpengaruh pada 'daya tangkap' mereka terhadap apa-apa yang saya sampaikan di kelas. Siswa yang pandai, berdaya tangkap tinggi, tidak merasa kesulitan dengan materi Biologi sedangkan siswa yang kurang pandai atau yang pas-pasan, terseok-seok mengikuti alur mengajar saya yang cenderung cepat. Pernah seorang siswa yang termasuk 'cerdas' berkata pada saya bahwa saya mengajar 'ketinggian' untuk siswa di sini, sehingga akibatnya banyak yang tertinggal dan memiliki nilai jelek untuk mata pelajaran Biologi.
2. Keterbatasan ekonomi siswa menyebabkan saya tidak berani untuk menganjurkan mereka memiliki buku penunjang dari penerbit besar, seperti Erlangga.
3. Lokasi sekolah dan rumah siswa yang terpencil, membuat akses informasi tersendat-sendat atau bisa dibilang terisolasi dari dunia maya.
Kendala-kendala tersebut selalu berada dalam kepala saya, dan memaksa saya untuk mencari solusinya hingga sekarang. Solusi tersebut saya upayakan tidak mahal, namun yang penting dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Biologi yang mereka pelajari. Berbagai cara dan teknik mengajar saya coba terapkan di kelas. Mulai dari dengan memberikan modul buatan sendiri sampai ke membuat kartu permainan yang berisi bahan ajar.
Dari beberapa cara, ternyata saya menenukan bahwa mengajar dengan cara 'lama' dikombinasikan dengan sedikit cara-cara 'baru', menghasilkan 'produk' yang luar biasa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil UAN 2007/2008 yang menurut saya cukup mengejutkan. Dari 20 siswa kelas 3 IPA, yang memiliki nilai Biologi 9,75 ada 3 orang. Yang lainnya mendapat nilai delapan, sembilan dan hanya sekitar 2 orang mendapat nilai 6.



1 Komentar:

Blogger Admin Website Tegalombo Kita mengatakan...

Luar biasa, terima kasih atas perjuangannya yang sangat mulia!

11 Oktober 2008 pukul 22.38  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda