Sabtu, 30 Mei 2009

Electropherogram DNA Sequencing, Pengantar

Teknologi DNA sequencing adalah teknologi penentuan urutan basa DNA. Dan Metode Elektroforesis adalah teknik umum yg digunakan dalam proses pemindaian urutan basa pada struktur double helix ini. Elektroforesis mendasarkan proses pd prinsip pemisahan molekul seluler berdasarkan atas ukurannya yaitu dgn memanfaatkan medan listrik yg dialirkan pada suatu medium yg mengandung sampel yg akan dipisahkan. Muatan listrik pada molekul mendorong molekul bergerak dr satu kutub negatif menuju ke kutub positif, dan kecepatan geraknya tergantung pada ratio muatan terhadap massanya serta tergantung juga pada bentuk molekulnya. Setelah beberapa waktu, dilakukan perendaman dalam larutan etidium bromida yg akan menginterkalasi DNA. Fungsi etidium bromida ini adalah untk membantu visualisasi, karena etidium bromida akan memendarkan sinar UV. Jika gel disinari dg UV dr bawah, maka akan tampak citra berupa pita2 pada gel yg merupakan molekul2 DNA yg bergerak sepanjang gel setelah dielektroforesis. Teknik DNA sequencing yg umum ini termasuk Dye-terminator sequencing, di mana output alat sequencernya berupa 'peak-peak' yg terdiri dari 4 warna; hijau utk Adenine (A), merah utk Thymine (T), biru utk Cytosine (C), dan hitam utk Guanine (G). Peak inilah yg dinamakan Elektropherogram. Komputer DNA sequencer telah meng-call elektropherogram secara otomatis menjadi urutan basa-basa nukleotida. Namun ada kalanya program komputer mengalami kesalahan/kegagalan interpretasi pada elektropherogram yg bermasalah shg urutan basa nukleotida yg dihasilkan bisa salah dan ini mempengaruhi hasil penelitian dan analisa lanjutan yg akan dilakukan thd hasil sequencing tsb. Oleh karena itu mutlak adanya interpretasi manual menggunakan 'mata kepala sendiri' untk mencari peak2 yg ambigu dan membuang bagian elektropherogram yg terlalu banyak eror. Ciri elektropherogram yg bersih adalah sbb: 1. Jarak atau spasi antar peak yg sama. 2. Setiap peak terdiri dr hanya satu warna. 3. Ketinggian peak bervariasi hingga beda 3x lipat antara peak tertinggi dgn terendah 4. Jika terdapat peak 'noise' pada baseline, selama kualitas template dan primernya bagus, maka noise ini dianggap sangat minim dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pembacaan

Label:

Rabu, 27 Mei 2009

Pengalaman Mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Guru dalam rangka HARDIKNAS Kab. Pacitan tahun 2009

Tanggal 16 Mei lalu saya diberitahu oleh seorang teman guru bahwa saat ini sdg ada lomba KTI Guru dalam rangka HARDIKNAS, yg diadakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Pacitan. Batas waktu pengumpulan makalah KTI nya tgl 18 Mei 2009. Seperti biasa, informasi tsb saya terima lalu masuk ke folder 'short term memory' di otak. Biasanya semua yg masuk ke folder ini tidak akan bertahan lama, soalnya selain tidak akan 'diolah' lagi, juga diperlakukan mirip 'spam', yaitu di 'delete reguraly without confirmation'. Semula saya acuh tak acuh, tidak berminat utk ikut jadi peserta lomba. Selain makalahnya belum dibuat (walau punya segudang data penelitian tindakan kelas dari penelitian di tahun 2008), saat itu, saya juga belum paham apa saja yg termasuk kategori karya tulis ilmiah yg akan dilombakan. Entah kenapa akhirnya saya putuskan ikut lomba KTI tsb bermodal nekat dan tekat semata. Saya lalu teringat pada hukum Pareto atau Pareto Virteilung atau 80:20 Regel yg terkenal. Pareto adalah nama seorang ahli mikroekonomi Italia yg mengatakan bhw keadaan ekonomi di negaranya ditentukan oleh peredaran uang di sekelompok masyarakat yg jumlahnya 20% saja. Angka 20% yg jelas lebih kecil dari 80% itu ternyata berpengaruh terhadap ekonomi secara keseluruhannya. Dari situlah Pareto menamakan hukumnya dgn 80:20 Regel. Bukan hanya bidang ekonomi, tetapi juga bidang lain ternyata menganut prinsip ini. Hal kecil menentukan hal besar. Ikut lomba KTI adalah hal kecil (cuma 'niat'), tapi berpengaruh thd keseluruhan mindset saya. Kalau sebelumnya saya tidak punya niat, alias malas dan menuangkan ide di layar monitor acer 14 inch saya, sekarang membuat sy tahan menatap monitor terang benderang selama krg lbh 13 jam! Proses mengetik makalah sy lakukan dalam waktu hanya '8' jam efektif, yg non efektifnya 5 jam! Non efektif itu artinya saya tidak mengetik tapi hanya duduk di depan notebook yg menyala, istirahat, berpikir lagi dan merangkum konsep. Namun dengan 'darah dan air mata'itu , akhirnya KTI perdana ini selesai juga. Saya serahkan makalah KTI tsb sehari kemudian yaitu pada hari senin 18 Mei 2009 di ruang SLTP-SM kantor Dinas Pendidikan Pacitan. Sempat saya lirik daftar peserta yg sudah masuk, ada skitar 47! Singkat cerita, tgl 25 Mei, saya ditelepon agar datang hari Kamis ke dinas pendidikan sehubungan dgn KTI tsb. Tgl 28 Mei setelah mengajar 2 jam pertama di kelas x.1 SMAN 1, saya pun pergi ke dinas pendidikan. Dugaan saya, paling2 hanya dikumpulkan lalu dibagikan sertifikat, lalu sudah, pulang. Saya sama sekali tidak menduga kalau ternyata saat itu juga diadakan presentasi KTI. Singkat cerita, dari 25 peserta yg datang, di ambil 10 peserta lalu diundi. Saya, walau terlambat datang, mendapat sobekan kertas undian bernomor 5! Saya benar2 mau pingsan rasanya krn sama sekali belum siap. Power point yg saya buat tengah malam dlm waktu 30 menit itu juga sangat sederhana, perlu dipoles lg disana sini, tapi apa boleh buat, lawan sudah di pintu gerbang, panggung sdh terbuka lebar and the show must go on! Giliran saya maju, file power point saya tidak bisa tampil krn masih dalam format windows 2007. Laptop yg disediakan panitia tyt oldfashioned, msh menggunakan windows 2003. Dalam keadaan seperti itu, juri sempat mengatakan agar penampilan saya ditunda. Itu membuat saya jadi 'panic deep inside', walau begitu saya berusaha utk tampil dg ketenangan seekor belalang mantis. Untunglah, akhirnya salah seorang peserta maju dan membantu saya sehingga Power Point tsb bisa ditampilkan. Lima menit awal presentasi sy lakukan tanpa Power Point. Saya benar2 nekat. Di bagian saya mengulas tentang hasil, Power Point tsb sudah berhasil ditayangkan sehingga menunjang keseluruhan presentasi saya. Selesai presentasi dan menjawab 2 orang penanya, saya pun kembali ke tempat semula dan sy lega karena bisa menyelesaikan satu tahap dlm lomba tsb walaupun rasanya 'nano2', manis-asem-asin. Saya membandingkan presentasi saya dg presentasi ke 9 peserta lain, yg menurut saya, jauh lebih bagus dan menarik. Singkat cerita, saat itu juga hasilnya diumumkan. Dan tak disangka tak diduga, saya menempati urutan ke 5! Saya senang skali n sama sekali tidak menduga bakal menduduki peringkat ke 5 dari 47 peserta. Underestimate terhadap diri sy sndiri keliru total krn tyt makalah KTI 8 jam saya bisa masuk peringkat 5! Walau terheran-heran di sepanjang jalan pulang, dlm hati sy ucapkan berulang ulang.. Alhamdulillah..

Label:

Selasa, 26 Mei 2009

Obat Antiviral untuk Flu Babi (Influenza A H1N1)

Obat antiviral adalah obat-obatan (pil, cairan atau obat hirup) yang memiliki aktifitas melawan virus flu, termasuk virus Influenza A (H1N1) yang sekarang sedang ngetop. Obat ini bisa digunakan baik untuk pengobatan maupun pencegahan infeksi virus Influenza A (H1N1). Tapi tentu saja pemberian obat ini harus berdasarkan resep dokter. Dan harap diingat bahwa obat antiviral influenza hanya mempan untuk virus Influenza, tidak memberikan efek untuk virus lainnya meskipun gejala yang ditimbulkan mirip flu.
Setidaknya ada 4 obat antiviral influenza yang dapat digunakan, yaitu oseltamivir, zanamivir, amantadine dan rimantadine. Dari keempat obat itu, berdasarkan pengujian laboratorium hanya oseltamivir dan zanamivir yang nampaknya dapat digunakan untuk mengobati influenza A (H1N1) yang berasal dari Meksiko dan Amerika Utara, karena virus Influenza A (H1N1) ternyata sensitif terhadap keduanya. Sementara itu sang virus resisten alias tahan terhadap amantadine dan rimantadine.

Manfaat Obat Antiviral

Jika Anda terserang flu, obat antiviral bisa membuat penyakit Anda berkurang dan membuat Anda merasa lebih baik lebih cepat. Obat ini juga mencegah komplikasi influenza yang lebih parah. Obat antiviral influenza akan lebih nyata khasiatnya jika dikonsumsi segera setelah penyakit menyerang (dalam waktu 2 hari), tetapi pengobatan harus terus dilakukan setelah 48 jam setelah gejala-gejala flu nampak, khususnya bagi para pasien yang dirawat di rumah sakit atau orang-orang yang beresiko tinggi terkena komplikasi terkait influenza.

Pencegahan
Obat antiviral influenza juga dapat diberikan untuk mencegah influenza kepada orang yang tidak sakit, tetapi telah atau mungkin berdekatan dengan orang yang terserang influenza A (H1N1), misalnya keluarga atau perawatnya.
Saat digunakan untuk pencegahan flu, obat antiviral memiliki efektifitas sekitar 70 - 90%. Lamanya waktu mengkonsumsi tergantung pada kondisi khusus orang tersebut.
Obat Antiviral Influenza di Pasaran

Dalam menghadapi wabah influenza A (H1N1) yang dikhawatirkan menjadi pandemi ini, otoritas kesehatan berbagai negara telah menyiapkan stok obat antiviral influenza. Obat-obatan tersebut adalah:
1.Tamiflu® (merek dagang dari Oseltamivir)
Obat ini disetujui oleh CDC Amerika untuk mengobati dan mencegah infeksi virus influenza A maupun influenza B pada orang berusia satu tahun atau lebih.
2.Relenza® (merek dagang dari Zanamivir
Obat ini juga disetujui untuk mengobati infeksi virus influenza A dan influenza B pada orang yang berusia 7 tahun atau lebih, sedangkan jika digunakan untuk pencegahan bisa diberikan pada orang berusia 5 tahun atau lebih.
Obat antiviral influenza masih sangat mungkin berkembang mengingat virus influenza sangat mudah bermutasi membentuk varian virus influenza baru.

Label:

Tips Agar Tetap Energik Sepanjang Hari

Hmm… Apa yang terjadi pada Anda setiap jam 3 sore di kantor? Pikiran mumet, badan lelah, mata mengantuk, menguap berkali-kali dan pikiran sudah tertuju pada kasur empuk di rumah? Memang akibat kerja sedari pagi membuat energi kita terkuras, tapi normalkah itu? Mengapa orang lain ada yang masih segar dan tetap semangat bekerja? Bisakah kita merasa fit seharian seperti pemeran iklan suplemen energi dan stamina di TV? Tentu saja bisa, bahkan tanpa harus mengkonsumsi suplemen ini itu. Cobalah 10 tips yang diberikan oleh para ahli fitness, tidur, nutrisi, psikologi dan pengobatan alternatif berikut ini agar Anda tidak ‘lowbat’ alias gampang soak bin lelah.
1. Dapatkan cahaya yang cukup
Dapatkan cahaya yang tepat dan Anda akan mendapatkan energi yang cukup banyak. Tapi masalahnya banyak rumah atau ruang kantor yang tidak memperhatikan asupan cahaya matahari, umumnya hanya mengandalkan cahaya lampu saja. Padahal cahaya matahari mengandung cahaya biru dengan panjang gelombang pendek pengaktif otak. Menurut Mariana Figueiro, asisten profesor di Pusat Riset Pencahayaan pada Institut Politeknik Rensselaer di Troy, New York, ritme jam biologis manusia lebih sensitif terhadap cahaya biru dibanding cahaya lainnya. Untuk memperoleh manfaat cahaya biru penambah energi tersebut, bukalah tirai jendela rumah sesaat setelah bangun pagi dan biarkan cahaya matahari masuk, atau jalanlah setiap pagi selama kira-kira 30 menit. Sewaktu bekerja di siang hari sebisa mungkin usahakanlah pergi ke luar kantor, jangan hanya mengurung diri di dalam ruangan. Jika ruang kantor Anda minim akan cahaya matahari, bantulah dengan menggunakan bola lampu bercahaya alami/natural, atau lebih baik lagi yang memiliki teknologi cahaya biru.
2. Makan makanan yang mengandung protein
Para ahli berpendapat, makanan berprotein dapat meningkatkan kewaspadaan mental dan energi. Protein mengandung tyrosine, sebuah asam amino yang meningkatkan senyawa kimia otak yaitu dopamine dan norepinephrine. Senyawa tersebut meningkatkan kepuasan juga. Memakan protein nabati atau hewani –sebutir telur atau sereal berprotein tinggi untuk sarapan, 10 butir kacang almond menjelang siang, secangkir yogurt rendah gula di siang hari– maka stamina Anda akan stabil.
3. Ulurkan tangan Anda untuk kebaikan
Riset memperlihatkan bahwa Anda akan mendapatkan serbuan endorphin yang dapat bertahan selama berjam-jam ketika Anda berbuat kebaikan secara sukarela. Tidak perlu jauh-jauh, cobalah perhatikan sekitar Anda, mungkin ada tetangga Anda yang kekurangan makanan bergizi atau anak-anak yang ingin memiliki mainan. Sering-seringlah bergaul dengan lingkungan Anda, tak perlu sungkan-sungkan untuk memberikan makan siang untuk para penyapu jalan misalnya. Ketika Anda berbuat kebaikan Anda akan merasa hidup Anda terisi kembali.
4. Tarik nafas dalam-dalam — lebih sering
Saat kita bergerak, oksigen dikirimkan ke seluruh sel tubuh melalui aliran darah untuk menyegarkan sel. Untuk itu para ahli diet dan fitness berpendapat bahwa olah raga harus diatur jenis dan waktunya agar memaksimalkan pemasukan oksigen. Pagi-pagi bolehlah diisi dengan angkat beban, berlatih dengan exercise ball , atau yoga selama lima menit saja. Lalu sekembalinya dari makan siang jangan pakai lift untuk kembali ke ruangan Anda, gunakan tangga (itupun kalau kantor Anda ada di lantai atas dan ada lift). Kecuali kalau mesti naik ke lantai 20 ya jangan paksakan naik tangga semua, kombinasikan misalnya 5 lantai naik tangga dan sisanya pakai lift, atau sebaliknya, terserah Anda lah. Sehabis makan malam bisa juga jogging ringan. Agar olah raga cardio Anda lebih ‘nendang’, tarik nafas dalam-dalam pada satu atau menit pertama. Tarik nafas melalui perut, kemudian hembuskan perlahan-lahan, sambil membayangkan Anda menarik pusar ke arah punggung.
5. Teh putih
Teh putih bisa juga menambah energi Anda, dengan rasa yang lembut dan membutuhkan sedikit pemanis saja. Karena menurut peneliti manfaat teh, teh putih lah yang paling sedikit mengalami pemrosesan. Teh putih mengandung L-theanine dengan konsentrasi paling tinggi, sebuah asam amino yang menurut riset terkini dapat menstimulasi gelombang otak alfa untuk meningkatkan kewaspadaan namun menghasilkan efek tenang. Dan karena secangkir teh putih ini mengandung lebih sedikit kafein (15 mg) dibanding teh-teh lainnya (sampai 50 mg) dan kopi (120 mg), sehingga ia lebih bersifat hidrasi, kata kunci lainnya untuk mendukung energi.
6. Jangan Terpaku Rutinitas
Ubahlah rutinitas Anda selama 15 menit setiap kalinya untuk meningkatkan energi Anda. Ambillah rute perjalanan yang lain dari biasanya, cicipi jenis masakan baru, berkebun selama beberapa menit atau ambil pensil dan menggambar. Seperti seorang bayi yang selalu mencoba hal-hal baru. Mulailah dari hal-hal kecil, langsung mengubah sesuatu yang besar secara drastis hanya akan menambah tumpukan stress. Anggaplah hal-hal kecil ini sebagai kesempatan untuk memperbarui diri, buka sebagai tugas yang membebani Anda.
7. Pijatan
Dapatkah energi Anda terhalangi? Terapi-terapi seperti akupuntur dan Reiki (suatu teknik pemijatan ala Jepang) dapat membantu. Terapi seperti ini dapat menyingkirkan penghalang yang membuat problem-problem emosional dan fisik pada tubuh kita. Ketika penghambat itu hilang maka otomatis energi akan mengalir. Faktanya –seperti yang diungkap oleh New Scientist– bahwa akupuntur dapat mengurangi kelelahan pada pasien-pasien kanker. Kalau 30-an menit akupuntur dirasa terlalu lama, cobalah akupressur mandiri. Menurut para ahli ada korelasi positif antara akupressur dan peningkatan kewaspadaan. Caranya: Gosoklah otot antara ibu jari dan telunjuk Anda selama tiga sampai lima menit; mestinya Anda merasakan sedikit nyeri, namun kemudian Anda akan merasakan suatu sensasi yang nikmat.
8. Menjauhlah dari teknologi barang sekejap
Ketergantungan terhadap barang elektronik membuat kita selalu merasa sedang sibuk. Adrenalin Anda akan terpicu setiap kali ponsel berdering atau ada email masuk. Padahal hidup penuh adrenalis bisa membuat Anda lelah. Riset menunjukkan bahwa ponsel khususnya dapat menambah stress pada wanita. Meskipun pria dan wanita sama-sama merasa bahwa ponsel membuat kekhawatiran akan urusan pekerjaan mempengaruhi kehidupan mereka di rumah, tapi hanya wanita yang merasakan efek sebaliknya, urusan rumah bisa terbawa ke kantor. Solusinya: Buatlah batas yang jelas antara urusan kantor dan rumah. Sehingga perhatian kita tidak selalu terbagi. Bebaskan diri Anda setidaknya satu jam sehari dari alat-alat elektronik. Kesempatan untuk ‘check-in’ dan terhubung dengan diri sendiri membuat Anda berenergi kembali.
9. Meditasi kilat
Meditasi kilat sangat cocok bagi Anda yang super sibuk. Meditasi saat break singkat, cukup tiga menit saja, dapat menambah kewaspadaan dan perhatian, tune-up kecil-kecilan. Meditasi di sini hanya sekedar menyingkir sementara dari kesibukan, mencari tempat yang tenang dan rileks sejenak. Para ahli merekomendasikan meditasi pada pagi hari sebelum memulai hari dan siang hari sebelum sindrom jam 3 menyerang. Carilah tempat sepi (bahkan di kamar mandi sekalipun) dan fokuskan mental Anda pada sebuah gambaran yang membuat Anda nyaman: lautan, bunga, matahari, kucing kesayangan; pertahankan gambaran tersebut dalam fikiran Anda sambil menghirup nafas dalam-dalam (kira-kira 10 detik untuk setiap hirupan dan hembusan). Dengan sedikit berlatih, Anda akan menjadi lebih mahir dalam menjaga fokus dan dapat menambah frekuensi meditasi kilat ini bilamana diperlukan.
10. Higieniskan tidur Anda
Kata yang populer dalam ilmu tidur dewasa ini adalah “tidur yang higienis”, yang membantu Anda menciptakan atmosfir yang sangat nyaman untuk beristirahat, sehingga Anda akan tidur nyenyak dan bangun dalam keadaan ‘baterai’ penuh tanpa perlu bantuan pil tidur. Tiga rahasia tidur yang baik Tidur yang higienis biasanya mencakup 3 hal:
• gelap-totalkan kamar tidur Anda
• atur suhu ruangan agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin, moderat saja, dan
• gunakan suara lembut untuk membantu Anda terlelap (suara kipas angin/AC atau musik lembut).

Label:

Penemu 23 Kromosom

Sang Penemu 23 Kromosom dari Indonesia
Siapa sangka seorang ilmuwan dari Indonesia ternyata berperan penting dalam perkembangan bioteknologi khususnya genetika. Dia bersama koleganyalah yang menemukan dan memastikan bahwa kromosom manusia berjumlah 23 pasang, padahal sebelumnya para ilmuwan meyakini bahwa jumlah kromosom manusia adalah 24. Nah lho!
Kisahnya bermula tahun 1921, ada 3 orang yang datang kepada Theophilus Painter meminta untuk dikebiri. Dua pria kulit hitam dan seorang pria kulit putih itu merelakan ’senjata’ mereka dicopot berdasarkan kepercayaan yang mereka anut. Painter yang orang Texas ini lantas mengamati isi testis ketiga orang tadi, dia sayat tipis-tipis, lalu diproses dengan larutan kimia, dan dia amati di bawah mikroskop. Ternyata ia melihat ada serabut-serabut kusut yang merupakan kromosom tak berpasangan pada sel testis. Hitungan dia saat itu ada 24 kromosom. Dia sangat yakin, ada 24.
‘Keyakinan’ ini dikuatkan oleh ilmuwan lain yang mengamati dengan cara berbeda, mereka pun mendapat hasil yang sama, 24 kromosom. Bahkan hingga 30 tahun ‘keyakinan’ ini bertahan. Begitu yakinnya para ilmuwan akan hitungan ini sampai-sampai ada sekelompok ilmuwan meninggalkan penelitian mereka tentang sel hati manusia karena mereka tidak menemukan kromosom ‘ke-24′ dalam sel tersebut, mereka ‘hanya’ menemukan 23 saja. Ilmuwan lain berhasil memisah-misahkan kromosom manusia dan menghitungnya, jumlahnya? Tetap 24 pasang.
Barulah 34 tahun setelah ‘tragedi’ pengebirian oleh Painter, ilmuwan menemukan cara untuk memastikan bahwa jumlah kromosom manusia hanya ada 23, bukan 24. Adalah Joe-Hin Tjio yang bermitra dengan Albert Levan di Spanyol menemukan teknik yang lebih baik untuk mendapatkan jumlah 23 pasang kromosom manusia. Bahkan ketika mereka menghitung ulang gambar eksperimen terdahulu yang menyebutkan bahwa jumlahnya ada 24, mereka mendapati hanya ada 23. Benar-benar aneh, mata siapa yang bisa error begini?
Dan memang kenyataan bahwa manusia hanya memiliki 23 pasang kromosom dianggap aneh dan mengejutkan. Pasalnya, simpanse, orang utan dan gorila, yang kandungan genetiknya mirip dengan manusia memiliki 24 pasang kromosom. Jadi kromosom manusia ini lain daripada bangsa ungka (ape) yang lain. Dan usut punya usut, ternyata ada dua kromosom pada gorila yang jika digabungkan ukurannya akan mirip dengan kromosom 2 pada manusia. Sungguh ajaib memang, perbedaan yang ‘kecil’ ini ditambah sedikit keragaman antara gen-gen manusia dan gorila, membuat ‘penampakan’ keduanya jauh berbeda.
Oh ya, kembali ke sang penemu 23 pasang kromosom pada manusia, salah satunya, yaitu Joe-Hin Tjio, adalah orang Indonesia.
Sekilas Joe-Hin Tjio
Seperti ditulis dalam Encyclopædia Britannica, Tjio (diucapkan CHEE-oh) lahir di Jawa tanggal 2 November 1919. Tjio kecil bersekolah di sekolah penjajah Belanda, kemudian dia sempat mendalami fotografi mengikuti jejak ayahnya yang juga seorang fotografer profesional. Namun selanjutnya Tjio memutar stir ke bidang pertanian dengan kuliah di Sekolah Ilmu Pertanian di Bogor, waktu itu Tjio berusaha mengembangkan tanaman hibrida yang tahan terhadap penyakit. Dari sinilah pondasi ilmu genetika membawanya menjadi seorang ahli genetik terkemuka kelak.
Sempat dipenjara selama tiga tahun saat masa pendudukan Jepang, Tjio melanjutkan pendidikannya ke Belanda melalui program beasiswa. Ia melanjutkan kembali studinya mengenai cytogenetik tanaman dan serangga hingga menjadi ahli dalam bidang tersebut. Kemudian Tjio menghabiskan waktu 11 tahun di Zaragoza setelah pemerintah Spanyol mengundangnya untuk melakukan studi dalam program peningkatan mutu tanaman. Di sela-sela liburannya, Tjio pun nyambi riset di Institute of Genetics di Lund Swedia dan tertarik untuk meneliti jaringan sel mamalia. Di sinilah penemuannya yang menghebohkan itu ia lakukan. Pada tahun 1955, Tjio menggunakan suatu teknik yang baru ditemukan untuk memisahkan kromosom dari inti (nukleus) sel, ia merupakan salah satu peletak pondasi cytogenetik modern –ilmu yang mempelajari hubungan antara struktur dan aktifitas kromosom serta mekanisme hereditas– sebagai sebuah cabang utama ilmu genetika. Penelitiannya yang lain pada tahun 1959 membawa pada penemuan bahwa orang-orang yang terkena Down Syndrome memiliki tambahan kromosom dalam sel-sel mereka.
Ada cerita menarik di balik penemuan jumlah 23 pasang kromosom ini, selain memang hasil penelitiannya yang menghebohkan, Tjio pun melakukan tindakan yang cukup menggemparkan dunia riset Eropa karena ia menolak untuk mencantumkan Albert Levan (kepala Institute of Genetics tempat risetnya dilakukan) sebagai Author utama dalam jurnal yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal Hereditas tahun 1956 itu, padahal itu sesuatu yang ‘wajib’ sesuai konvensi Eropa yang telah berlangsung lama. Tjio bahkan mengancam akan membuang pekerjaannya itu jika Tjio tidak dicantumkan sebagai Author utama. Akhirnya, mengingat ini adalah penemuan besar, Levan mengalah dan dia dicantumkan hanya sebagai co-author.
Di sisa 37 tahun terakhir karirnya, Tjio bekerja di NIH (National Institute of Health) Washington. Di sana Tjio mengkompilasi koleksi-koleksi foto-foto ilmiah yang mendokumentasikan penelitian-penelitiannya yang luar biasa. Ternyata bakat fotografi terpendamnya tersalurkan juga di NIH. Prestasi Tjio pun tak bisa dipandang remeh, bahkan sangat membanggakan, terbukti dengan anugerah Outstanding Achievement Award dari Presiden Kennedy tahun 1962.
Tjio tutup usia tanggal 27 November 2001, 25 hari setelah ultahnya yang ke 82 di Gaithersburg, Maryland, Amerika. Kita boleh berbangga sekaligus prihatin, bangga karena ilmuwan kelahiran Indonesia mampu memberi sumbangsih besar untuk ilmu pengetahuan, tapi juga prihatin karena di negeri kita ‘belum’ menjadi tempat bagi ilmuwan luar biasa. Banyak potensi besar orang-orang cerdas yang kurang diperhatikan, sehingga mereka ‘dibajak’ oleh negara-negara lain yang sudah maju dan mau menghargai kehebatan mereka, bahkan sejak mereka masih sangat muda. Tentu sayang jika orang hebat seperti Joe-Hin Tjio yang lahir di Jawa pada akhirnya dikenal sebagai ahli genetik Amerika.

Label:

Jumat, 08 Mei 2009

Otak Manusia Part One (Materi Pengayaan Sistem Koordinasi kelas XI IPA SMAN Tegalombo TP. 2008/2009)

Otak merupakan bagian yg sangat penting dalam sistem koordinasi. Organ yg unik & dahsyat ini mengatur proses berfikir, berbahasa, emosi dan kepribadian. Secara garis besar otak terbagi menjadi 3 bagian yaitu : Neurokortex/Kortex Cerebri, Sistem Limbik & Batang Otak. Fungsi Neurokortex adalah utk berfikir, berhitung, memori dan bahasa. Sistem Limbik berfungsi utk mengatur emosi & memori emosional. Sedangkan Batang Otak mengatur fungsi vegetasi tubuh/fungsi dasar tubuh seperti denyut jantung, aliran darah & kemampuan gerak/motorik. Kemampuan otak mengkoordinir seluruh aktivitas tubuh tidak lepas dari 2 jenis sel penyusunnya yaitu Glia (pelindung & penunjang neuron) dan Neuron (pembawa informasi dalam bentuk pulsa listrik/potensial listrik). Satu neuron dgn yg lain berkomunikasi melalui bahan kimia Neurotransmitter yg dikeluarkan oleh vesikel dalam membran post sinapsis. Neurotransmitter yg paling dominan untuk mempengaruhi sikap, emosi serta perilaku seseorang adalah Asetil kolin, Dopamin, Serotonin & Epinefrin. Ke 4 bahan tsb memegang peranan penting dlm memberi respon fisiologik pada stres akut & kronik (Martin, David, 1987:625). Sistem serotonin & norepinefrin mampu menimbulkan dorongan rasa bahagia, rasa puas, nafsu makan, dorongan seksual dan keseimbangan psikomotor. Tetapi jika terlalu banyak jumlah yg disekresikan akan menyebabkan serangan 'mania'. Sedangkan Dopamin diduga dapat menyebabkan timbulnya gejala Skizofrenia. Otak juga memiliki kemampuan utk mengolah stres yg diterima oleh tubuh. Apa yg dimaksud dg stres? Menurut Rippetoe-Kilgore, "stress is the condition that results when person-environment transactions lead the individual to perceive a discrepancy, whether real or not, between the demangds of a situation and the resources of the person's biological, psychological or social systems. In medical terms, stress is the disruption of homeostasis through physical or psychological stimuli. Stressful stimula can be mental, physiological, anatomical or physical". Menurut Richard Lazarus, ada 2 bentuk stres, Eustress (stres yg berpengaruh positif) & Distress (stres yg bersifat negatif dan menyebabkan gangguan fungsional maupun organ tubuh). Stres menurut Hans Selye, adalah respon tubuh yg bsifat nonspesifik thd aksi tuntutan atasnya shga tubuh bereaksi secara emosi dan fisis untuk mempertahankan kondisi fisis yg optimal. Reaksi ini disebut GAS (General Adaptation Syndrome). Ada 3 fase pada GAS, yaitu: 1. Waspada (Alarm Reaction). Pada fase ini stres akan mengaktifkan sistm saraf simpatis dan hormon sehingga terjadi peningkatan pernapasan, tekanan darah, kadar gula darah, ekskresi keringat dan air mata. 2. Bertahan/The Stage of Resistance (Defence Reaction). Pada fase ini reaksi thd stressor sudah melewati ambang batas kemampuan tubuh shg timbul gejala psikis dan somatik. Individu akan berusaha mengatasi stres dgn berstrategi utk mengendalikan stressor dan mengimbangi proses fisiologi pada fase waspada sdapat mungkin shg bisa kmbali normal. Jika teratasi, maka gejala stres akan turun. Tetapi jika stressor tidak terkendali, proses adaptasi tubuh akan melemah dan individu menjadi 'sakit' 3. Tahap Kelelahan (Fatigue Reaction). Pada fase ini gejala akan terlihat sangat jelas. Energi untk mengatasi stres sudah terkuras, individu tidak dapat lagi menyesuaikan diri thd stressor, maka timbullah gejala penyesuaian yg 'baru' seperti hipertensi, dispepsia/nyeri lambung dan perut, ansietas/kecemasan, frigiditas, impotensi bahkan gangguan mental. Menurut Maramis, jika kita tidak dapat mengatasi stres dg baik maka akan muncul gangguan badan/jiwa. Sumber stres psikologik adalah masalah penyesuaian, shg dalam stres dikenal Daya Tahan Stres atau Nilai Ambang Frustasi yg berbeda pada tiap orang bergantung pada somato-psiko-sosial orang tsb. Bagaimanakah cara kita memaksimalkan fungsi otak dalam mengatasi stres yg kita terima dalam kehidupan sehari-hari agar tidak sampai timbul fase Fatigue Reaction yg dapat merugikan bagi tubuh? Baca 'OTAK MANUSIA PART TWO' yg akan saya terbitkan minggu depan. GANBATE! Chaiyooo...

Label: